DEPRESI

Depresi adalah suatu kondisi medis-psikiatis dan bukan sekedar suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas social sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, mala beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Depresi merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri.

Penyebab suatu kondisi depresi meliputi :

  • Faktor organobiologis karena ketidakseimbangan neurotransmitter di otak terutama serotonin
  • Faktor psikoedukasi karena tekanan beban psikis, dampak pembelajaran perilaku terhadap suatu situasi social
  • Faktor sosio-lingkungan misalnya karena kehilangan pasangan hidup, kehilangan pekerjaan, paska bencana, dampak situasi kehidupan sehari-hari lainnya

Cara menanggulangi depresi berbeda-beda sesuai dengan keadaan pasien, namun biasanya merupakan gabungan dari obat, spiritual healing dan terapi suportif. Dukungan dari keluarga dan  teman juga sangat membantu dalam penyembuhan.

Kebanyakan remaja belum mempunyai pertahanan yang kuat dalam menghadapi depresi karena pengalaman yang belum cukup banyak. Bagi orang dewasa mungkin bisa belajar dari pengalaman yang sudah berkali-kali dialami dan cara-cara untuk mengatasinya. Ketika seorang remaja terpuruk dalam situasi krisis hampir tidak mempunyai pengalaman hidup yang memadai yang dapat dijadikan pertimbangan. Remaja tidak bisa disalahkan kalau berpikir hidup sudah berakhir karena mereka tidak bisa melihat ke belakang, ke situasi yang baru berlalu.

Remaja merasakan penderitaan dan kegembiraan jauh lebih mendalam dibandingkan orang dewasa. Hal ini mungkin disebabkan karena masih begitu baru dirasakannya. Salah satu alasan remaja melakukan bunuh diri karena kecenderungan memandang segala sesuatunya secara ekstrem. Nah, apa saja sih gejala-gejala seseorang mengalami depresi?

Gejala-gejala depresi

Remaja yang masih dalam masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, menunjukkan perpaduan antara perilaku anak-anak dan perilaku orang dewasa. Berikut ini tanda-tanda depresi:

  • Kesedihan

Masa remaja akan sangat jauhjauh berbeda dengan masa kanak-kanak. Para remaja kebanyakan menjadi lebih murung dibandingkan masa kanak-kanak yang dipenuhi kegembiraan dan keceriaan. Kesedihan ini tampak dari luar, sangat kelihatan mimik mukanya. Kesedihan sangat mempengsruhi penampilan seseorang. Bagi wanita akan tampak kelihatan sayu dan malas untuk berdandan, sedangkan pada pria mungkin akan kelihatan berantakan, misalnya berhenti bercukur. Kebanyakan orang cenderung lebih menyukai orang yang cerah ceria, sehingga penampakan yang sedih bisa membuat orang menolak mereka.

Orang-orang dengan penampakan yang sedih ini cenderung tidak kelihatan menarik. Bahkan mungkin anda mempunyai kesan bahwa mereka tidak peduli dengan penampilan mereka. Padahal itu semua tidak benar, tetapi mereka hanya kekurangan energy atau dorongan untuk menjaga penampilan mereka.

 

  • Gejala-gejala fisik

Ketika jiwa dilanda depresi, maka tubuh juga ikut menderita. Tubuh,  jiwa, dan roh merupakan tiga hal yang saling berkaitan. Apa sajakah gejala-gejala fisik yang dialami penderita depresi?

Insomnia. Insomnia adalah mengalami masalah tidur. Masalah tidur ini tidak hanya terbatas kesulitan tidur di waktu malam, tetapi juga terbangun di tengah malam, dan tidak bisa tidur lagi dengan mudah. Selain itu bisa juga bangun terlalu dini ata tidur gelisah. Mungkin bisa tidur berjam-jam sehari, atau mungkin sebaliknya tidur sangat sedikit.

Nafsu makan. Anda pasti mengetahui kalau remaja putri sangat menginginkan tubuh yang ramping, sehingga kelihatan lebih menarik. Remaja putra pun demikian, namun tidak seperti obesitas remaja putri. Remaja yang depresi mungkin betul-betul akan mengalami masalah nafsu makan. Ia bisa makan terlalu sedikit sehingga menjadi kurus, atau sebaliknya makan terlalu banyak sehingga menjadi gemuk. Remaja tidak bisa menjaga kesimbangan dengan baik. Anda perlu hati-hati dengan masalah nafsu makan yang tak terkendali ini, jangan pernah menyepelekannya!.

Kesehatan. Orang yang deprsi mungkin akan mengalami masalah diare, sembelit, sakit kepala, atau jantung yang berdebar-debar. Gejala-gejala ini mungkin membuatnya merasa memiliki sakit yang parah. Bagi masyarakat penyakit fisik jauh lebih bisa diterima masyarakat  dari pada penyakit emosional. Makanya ia ingin mempunyai sakit fisik untuk keadaan yang dialaminya. Sehingga ia tak perlu mengakui pada dirinya sendiri atau orang lain kalau ia mengalami masala psikologis.

Selain itu pada remaja wanita depresi juga sangat mempengaruhi menstruasi. Pada dasarnya siklus menstruasi pada remaja memang belum teratur, namun dengan adanya depresi, siklus menstruasi yang terjadi oada mereka menjadi sangat tidak teratur, dating tiap beberapa minggu sekali, atau berhenti selama berbulan-bulan.

 

  • Kegelisahan

Kesedihan merupakan masalah besar  bagi orang yang depresi. Orang depresi lebih sensitif dan mudah sekali tersinggung. Ada saat-saat dimana ia tidak dapat dudukdiam, tetapi sebenarnya ia tidak sedang melakukan sesuatu yang berarti. Jika ia aktif, aktivitasnya bukan merupakan aktivitas yang produktif. Kegelisahan-kegelisahan  yang muncul disebabkan karena  ketakutan bahwa apa yang ada dalam pikiran, perasaan, dan motivasinya akan menjadi kenyataan.

Kegelihan dapat menimbulkan kepanikan yang luar biasa ekstrem. Orang-orang dewasa akan menakutkan jika terserang kepanikan. Mereka bisa membuat orang yang lebih muda ketakutan. Kepanikan dapat dilihat dengan gejala-gejala berikut: gemetar, berkeringat, wajah memerah, pening, pingsan, jantung berdebar-debar, sakit di dada, mati rasa di beberapa bagian tubuh, sesak napas, merasakan sensai yang menggelikan, merasa melayang, takut mati atau takut terkena penyakit yang mematikan, atau takut menjadi gila.

  • Pikiran yang menyakitkan

Merasa diri bodoh dan tidak mampu melakukan sesuatu yang merupakan tanda-tanda depresi. “aku bodoh, aku selalu gagal ujian”… mungkin kata-kata sering muncul bagi seseorang merasa gagal.pikiran seperti ini sangat menyakitkan bagi mereka.

Selain itu, orang yang pernah mengalami luka fisik yang menyakitkan, seperti kecelakaan mobil, kecelakaan saat bermain skate board, dll. Merasakan rasa sakit fisik jauh lebih mudah daripada sakit emosional. Pikiran sakit dapat muncul dalam berbagai rasa, diantaranya:

Kesedihan yang mendalam. Perasaan yang gundah dan menangis lebih lebih lama dari biasanya merupakan tanda-tanda kesedihan yang mendalam. Banyak remaja, terutama laki-laki melakukan pelarian dari rasa sedih yang dideritanya ke hal-hal negative, seperti minuman keras dan obat-obatan terlarang.

Introspeksi. Introspeksi  berarti merenungkan sesuatu secara jauh lebih dalam. Remaja yang depresi terus-menerus mengarahkan pikirannya kedalam diri. Ia selalu menganalisis kelemahan-kelemahan dirinya sendiri, motivasi-motivasinya yang salah, hal-hal buruk yang dilakukan dan dipikirannya. Hal tersebut mungkintidak begitu buruk, namun sangat mengesankan. Sayangnya orang yang depresi cenderung introspeksi yang bersifat negative.

remaja menjadi cenderung berpusat pada diri sendiri. Tetapi memang demikian keadaan diusia remaja. Ini memang waktu dimana terjadi peralihan dari kecil sampai dewasa, dimana seorang remaja sedang dalam proses pencarian jati diri. Depresi membesar-besarkan kecenderungan yang wajar ini dan mengemasnya menjadi mengasihi diri secara ekstrem.

Konsep diri. Bagi orang depresi hampir tidak pernah memikirkan hal yang baiktentang dirinya sendiri selama masa introspeksi diri ini, gambaran diri atau konsep diri mereka seluruhnya tidak hanya negative, tetapi juga berlebihan. Remaja, terutama remaja putrisangat ahli dalam hal ini. Remaja yang sedang mengalami deprsi menganggap kekurangannya tampak jauh lebih besar dalam pikirannya daripada kenyataannya. Mereka cenderung menyalahkan diri sendiri terhadap segala sesuatu yang dianggapnya tidak beres dalam hidupnya. Bahkan mungkin juga mereka menyalahkan orang lain.

Para remaja sangat sensitive  dengan penolakan. Mereka sangat mudah merasa tidak dicintai. Bagi remaja yang tidak sensitive mungkin menganggap hidup ini kejam, tetapi bagi remaja yang depresi menganggap bahwa hidup ini adalah neraka.

Putus asa. Deprsi mengakibatkan orang berpikiran bahwa ia tidak mempunyai harapan lagi untuk selamanya. Perasaan seperti ini sangat buruk terutama bagi remaja. Para remaja belum mempunyai pengalaman hidup yang cukup bahwa tidak ada yang berlangsung selamanya.

Perasaan yang tidak berarti akan membebaninya begitu berat, sehingga bisa membuatnya kehilangan motivasi. Minat dalam berbagai kegiatan akan hilang lenyap, malas belajar, malas bergaul dengan teman-temannya, dll. Ia tidak berdaya meningkatkan semangatnya untuk bangkit dan mempertahankan nilai-nilainya. Ia lebih suka menyendiri sehingga bisa mengasihi diri sendiri sepuas-puasnya, juga akan menutup dirinya sendiri.

Pikiran mengkhayal (delusi). Pikiran-pikiran menyakitkan dan tak terkendali dapat memburuk menjadi delusi. Sehingga hidupnya dipenuhi dengan khayalan yang sangat bertentangan dengan realita. Maksudnya adalah apa yang mereka percayai sudah tidak sesuai lagi dengan hal-halyang sesungguhnya.

Pikiran mengkhayal dapat dengan wujud mendengar suara-suara yang tidak didengar orang lain atau melihat halusinasi yang tidak dilihat orang lain. Mereka berpikir orang lain sedang mengejar-ngejarnya. Selain itu juga memiliki gagasan-gagasan yang mengagumkan mengenai siapa diri mereka dan apa yang dapat mereka lakukan. Ini merupakan masalah serius karena terpisah dari realita, yang tidak jauh dari psikosis. Psikosis adalah kelainan jiwa yang disertai dengan disintegrasi kepribadian dan gangguan kontak dengan kenyataan. Jika sakit jiwanya sudah terlalu parah, tidak ada jalan lain perawatan rumah sakit dan pemberian obat keras diperlukan untuk mengembalikan keadaan mereka.

Masalah remaja

Dalam diri remaja, insomnia, kegelisahan, putus asa, dan lainnya kadang berbeda dengan yang dialami orang dewasa. Misalnya kegelisahan atau agitasi mungkin mewujudkan diri dalam bentuk perkelahian pada anak yang jarang bermasalah dan biasanya tidak pernah memukul orang. Motivasi yang kurang bisa tampak dalam nilai-nilai yang merosot tajam. Tanda-tanda tidak wajar lainnya adalah sebagai berikut:

  • Melariakan diri,
  • Bertingkah laku agrsif dan menantang,
  • Menentang setiap orang,
  • Menggunakan ahkohol dan /obat-obat terlarang,
  • Terlalu banyak tidur (hypersomnia), atau masalah gangguan tidur lainnya,
  • Lebih aktif dan semangat, kadan diselingi dengan bermalas-malasan,
  • Menarik diri dan membatasi hubungan dengan orang lain,
  • Masalah-masalah lain yang memburuk, seperti kekacauan masalah makan, terjerumus ke dalam relasi-relasi pelecehan (pelecehan fisik, verbal, seksual, emosional atau psikologis)
  • Dan lain sebagainya.

Catatan :

jika anda merasa diri anda baik-baik saja dan tidak merasa perlu melanjutkan langkah berikutnya, simpan buku ini. Siapa tahu, suatu saat anda mengalami kegundahan yang tidak bisa anda atasi. Buku ini juga berisi petunjuk-petunjuk kebahagiaan yang bisa membuat  anda menjadi lebih baik. Jangan putus asa depresi dapat disembuhkan.

Iklan

6 comments on “DEPRESI

  1. khusnulchtm berkata:

    bermanfaat banget

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s